TANYA JAWAB PERMASALAHAN AKTUAL BAGI PENSIUNAN :Smile

1. FORM & DOKUMEN APA SAJA YANG HARUS DISIAPKAN MENJELANG MEMASUKI MASA PENSIUN?

Dokumen yang diperlukan untuk penerbitan Surat Penetapan Pensiun dan pembuatan Kartu Pensiun adalah:

  • Form B/PDPP (Untuk permohonan mempeoleh Manfaat Pensiun Peserta) atau Form D/PDPP (untuk permohonan memperoleh MP Janda/Duda/Anak)
  • Form C/PDPP (Daftar Tanggungan Keluarga);
  • SK MPPK/SK PHK dari Pemberi Kerja;
  • Fotocopy KTP suami/isteri;
  • Fotocopy Kartu Keluarga
  • Pas Photo berwarna Pekerja dan isteri/suami ukuran 2 x 3 masing-masing sebanyak 3 buah;
  • Form Alamat Bayar dan Alamat Domisili;
  • Fotocopy nomor buku rekening/tabungan;
  • Fotocopy Kartu NPWP

Semua ini diharapkan sudah diterima DP PERTAMINA paling lambat 3 bulan sebelum jatuh tempo masa pensiun.

2. SIAPAKAH AHLI WARIS YANG BERHAK ATAS PENERIMAAN MANFAAT PENSIUN?

Adalah isteri/ suami/ anak yang terdaftar dalam Daftar Susunan Keluarga (Form C-PDPP) dari Pemberi Kerja atau Isteri/ suami/ anak yang terdaftar sebelum yang bersangkutan memasuki masa pension. Apabila Pensiunan mendaftarkan isteri/ suami/ anak setelah memasuki masa pensiun maka isteri/ suami/ anak tersebut tidak berhak memperoleh Manfaat Pensiun apabila Pensiunan

3.   APA HAK PESERTA PENSIUNAN/ PENERIMA MANFAAT PENSIUN?

  • Memperoleh Manfaat Pensiun Bulanan
  • Memperoleh Manfaat Lain sebesar Rp. 500.000,- yang diberikan menjelang Hari Raya Idul Fitri
  • Memperoleh informasi mengenai pengelolaan DPP
  • Menyampaikan pendapat dan saran mengenai perkembangan portfolio investasi DPP kepada Pendiri, Dewas dan Pengurus DPP berdasarkan ketentuan yang berlaku

4.   APA KEWAJIBAN DARI PENSIUNAN/PENERIMA MP?

Kewajiban Pensiunan/ Penerima MP adalah:

A.   Melakukan pembaharuan data secara berkala dengan mengirimkan kembali Attestatie de vita yang dikirimkan setiap tahun ke alamat rumah  masing-masing.

B.   Menginformasikan:

  • Perubahan status diri, misal kawin lagi atau janda/ duda kawin lagi
  • Perubahan atau mutasi Penerima Manfaat Pensiun (Penerima MP meninggal dunia, janda/ Duda kawin lagi, Janda/Duda meninggal dunia, Anak sudah berumur 21 tahun, 25 th atau sudah menikah/ bekerja)
  • Konsekuensi logis: Bila tidak segera dilaporkan adan akhirnya diketahui maka DPP diwajibkan menagih kembali dan yang ditagih atau ahli warisnya harus mengembalikan kelebihan bayar
  • Perubahan data (pindah alamat, perubahan no telepon/ HP, email dan dekat yang bisa dihubungi, perubahan no rekening)
  • No. HP yg bisa digunakan/ dimanfaatkan untuk menghubungi Penerima MP

C.  Mempunyai dan menyampaikan NPWP bagi yang seharusnya punya.

5. Kapan dilaksanakan pembayaran manfaat pensiun setiap bulannya?

Pembayaran Manfaat Pensiun dilakukan terhitung mulai tanggal 1 (satu) setiap bulan, misalnya Bapak Bandi berakhir (PHK) tanggal 31 Maret 2010, maka Bapak Bandi mulai pensiun terhitung mulai tanggal 1 April 2010 dan pada tanggal tersebut Bapak Bandi menerima Manfaat Pensiun di tempat pembayaran sesuai pilihan.

6. Mengapa Manfaat Pensiun tidak masuk rekening?

Beberapa kemungkinan yang menyebabkan Manfaat Pensiun tidak masuk rekening Pensiunan, yaitu:

  • Nomor rekening salah;
  • Salah ejaan pada nama Pensiunan. Beberapa bank sangat ketat dalam ejaan nama Rekening (misalnya BCA), sehingga kalau ada salah satu huruf saja, bank akan menunda mentransfer ke rekening Pensiunan;
  • Buku rekening Pensiunan hilang, lalu membuat nomor rekening baru tetapi belum melaporkan ke DPP;
  • Belum menyerahkan Attestatie De Vita

7. Apakah Pensiunan harus membayar Pajak (Pph 21) Manfaat Pensiun ?

  • MP yang dikenai pajak PPh 21 adalah MP yang lebih dari Rp.15.840.000,-/ tahun (Penghasilan Tidak Kena Pajak/ PTKP).
  • Pensiunan yang mempunyai Manfaat Pensiun lebih dari PTKP wajib memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP), dan pajak dibayarkan oleh DPP.
  • Apabila Pensiunan ada yang mempunyai NPWP tetapi Manfaat Pensiun/bulan berada di bawah PTKP, dapat langsung melapor ke DPP untuk dapat dikirimkan SPT Form 1721 A1
  • Apabila tidak mempunyai NPWP, maka yang bersangkutan harus membayar pajak sebesar 120 % dan yang 20 % harus dibayarkan oleh Penerima MP. Oleh karena itu Pensiunan yang diharuskan mempunyai NPWP, wajib melaporkan NPWPnya ke DPP.

8. Mengapa Setiap Perubahan Data Pensiunan Harus Melaporkan Ke DPP ?

Setiap perubahan data Pensiunan (misalnya pindah alamat, ganti nomor rekening, pensiunan/ janda/ duda/ anak meninggal, janda/ duda menikah lagi), Anak sudah bekerja/ menikah) harus segera melapor ke DPP, karena kalau tidak melaporkan maka dapat terkena konsekuensi logisnya, misalnya:

  • Tidak memperoleh informasi penting bila tidak melapor perubahan alamat atau nomor telepon/ HP;
  • Manfaat Pensiun tidak masuk rekening bila tidak melaporkan perubahan nomor rekening

9. Bagaimana cara melapor ke DPP, bila ada perubahan data ?

Beberapa sarana yang bisa digunakan untuk melaporkan perubahan data Pensiunan ke DPP yaitu:

  • Datang langsung atau melalui surat ke alamat DP PERTAMINA, Jl. M.I. Ridwan Rais 7A, Jakarta 10110;
  • Telepon ke 021-3802280 atau 3802281;
  • Facsimile ke 021-3804623;
  • Email ke alamat Alamat e-mail ini diproteksi dari spambot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya ;
  • Web ke alamat www.dp-pertamina.com

10. Berapa kalikah dalam setahun pensiunan harus melaksanakan data ulang ?

Data ulang dilaksanakan setiap setahun sekali, saat Attestatie de vita dikirim ke alamat masing-masing Pensiunan dan setiap ada perubahan data (perubahan alamat ataupun perubahan susunan keluarga).

11. Kapankah attestatie de vita dikirim ke alamat masing-masing pensiunan ?

Attestatie de vita (Surat Keterangan) di kirim setiap bulan Februari pada tahun berjalan. Diharapkan DPP dapat menerima kembali paling lambat 30 April tahun berjalan.

Bilamana Pensiunan belum menerima Attestatie de vita yang telah dikirimkan, Pensiunan dapat mendownload dari website dp-pertamina.com

12. Apakah sanksi bila tidak mengembalikan Attestatie de Vita ?

Bila sampai akhir Mei tahun berjalan,  DPP belum menerima Attestatie de Vita, maka Manfaat Pensiun akan ditangguhkan sementara sampai Pensiunan melapor ke DPP.

13. Apakah Pada Saat Pensiun, Anak Yang Sudah Dewasa/ Menikah, Isteri/ Suami Meninggal Lalu Pensiunan Menikah Lagi Dan Pada Saat Meninggal, Hak Atas  Warisnya Dapat Turun Ke Isteri/ Suami Yang Baru?

Apabila Pensiunan menikah kembali maka segala haknya tidak dapat turun ke istri yang baru karena isteri/suami yang berhak adalah isteri/suami sebelum Pensiunan berhenti bekerja (PHK) dari Pemberi Kerja.